← Kembali

Fullstack

Membangun SaaS sendiri sambil bekerja penuh waktu

Staf finance dengan ide yang mengganggu tidurnya

Raka, 27 tahun, staf finance di Bandung, tiap hari melihat UMKM klien kantornya mencatat tagihan di buku tulis. Ia yakin masalah itu bisa diselesaikan software — ia hanya belum bisa membuatnya.

Waktu penuh, mimpi besar

Raka tidak berniat berhenti bekerja — dan itu membuat segalanya lebih sulit.

  • Hanya tersisa subuh dan akhir pekan untuk belajar
  • Ingin membangun produk utuh, bukan sekadar bisa menulis kode
  • Bingung memilih fokus di antara frontend, backend, dan deployment

Dua jam tiap subuh, satu produk utuh

“Dasar React: Membangun UI Modern” memberi Raka sisi antarmuka; “Dasar Node.js: Backend JavaScript” memberinya server, database, dan deploy ke production. Proyek akhirnya bukan tugas latihan: aplikasi invoicing untuk UMKM yang ia rancang sejak hari pertama.

Diajari sampai production, bukan berhenti di localhost

Kurikulum Bina Course menuntut proyek nyata di tiap modul — termasuk deployment dan penanganan error di dunia nyata. Saat Raka bimbang soal arsitektur multi-tenant, petunjuk bertahap dari AI coach menggiringnya menimbang opsi satu per satu — keputusan yang menyelamatkannya saat pengguna bertambah.

300+ UMKM berbayar, dan ia masih bekerja

Delapan belas bulan sejak modul pertama, SaaS invoicing Raka dipakai lebih dari tiga ratus UMKM berbayar. Ia kini punya dua sumber penghasilan — dan satu keputusan menyenangkan yang menunggu: kapan jadi founder penuh waktu.